Tong Setan, Demi Nyai Hidup-pun Ditaruhkan

Entah hanya slogan atau sebagai bentuk rasa “keterpaksaan” tulisan “Demi Nyai” tertera jelas di dinding tempat atraksi motor itu. Bising dan berisik, itu mungkin kesan yang ditimbulkan oleh salah satu atraksi wajib di pasar malam. Mungkin bukan hanya di Ponorogo, namun juga di kota-kota lain seprti jogja yang terkenal dengan sebutan sekaten.

Ya, tong setan atau tong stand atau roda gila sebutan untuk atraksi yang menuntut kepiawaian seorang pengendara motor. Demi menarik pengunjung sang pengendara menyalakan motor dengan sangat-sangat kencang dan membosankan. Namun, meskipun begitu orang-orang berduyung-duyung untuk melihat tontonan kas pasar malam ini.

Pertunjukan dimulai dengan penampilan satu motor yang berputar-putar mengelilingi tong yang berdiri. kemudian di susul dengn satu motor lagi. Deru-deru kendaraan tak terlekkan bahkan jeritan-jeritan enonton juga melengkapi atraksi ini. Dan yang menrik para “pembalap pasar malam ini” juga bisa disawer layaknya penyanyi orkes dangdut. Dan atraksi semkain lengkap dengan aksi pembalap yang mengendarai sepeda. Dengan cukup 4000 ribu rupiah saja, kita disuguhkan pertunjukkan yang memacu adrenalin. tapi sayang sekali hanya berlangsung 10-15 menit saja.

Lantas, Demi Nyai sudikah sodara-sodara seperti di atas???

Incoming search terms for the article:

Random Posts

34 Responses to “Tong Setan, Demi Nyai Hidup-pun Ditaruhkan”

  1. det says:

    demi nyai apapun dilakukan. bagian tubuh nyai yang mana sih yang membuat laki-laki rela melakukan hal bahaya seperti itu? :mrgreen:

    [Reply]

  2. gajah_pesing says:

    demi nyai, apapun aku lakukan…

    gajah_pesing’s last blog post Pemanfaatan Buah Pisang

    [Reply]

  3. meylya says:

    :em71: berisik poll kalau liat tong setan ini tapi seru liat pembalap muter² di dinding dan berdiri :em46: :em46:

    meylya’s last blog post Kapasitas Bumi Kita

    [Reply]

  4. aR_eRos says:

    *ngeri*
    lo poto yang bawah itu sepeda pancal iya? baru tau

    aR_eRos’s last blog post Triple Title For A Day

    [Reply]

  5. dafhy says:

    weh demi nyai apapun kan kulakukan :em32:

    dafhy’s last blog post blogger semakin membumi

    [Reply]

  6. denologis says:

    jadi pengen ke alun2 liat Tong Stand. :D

    denologis’s last blog post Thanks, Obama and Ozawa!

    [Reply]

  7. aRai says:

    maksudna Demi Nyai yg tertera soalna para pemain dari luar kota (dari cirebon/banten mungkin) yg merantau cari sesuap nasi demi sang pujaan hati … hehe

    di ponorogo ada pasar malam lagi ya … terakhir ngeliat pasar malam di ponorogo 1/2 taun yg lalu

    [Reply]

  8. fachs says:

    kayaknya, yang nglakuin nyai-nya aja deh mas,,
    saya-nya ndak usah

    [Reply]

  9. wahyoe says:

    demi nyaiiiiiii…….
    mana nih nyai_nya…. :em20:

    wahyoe’s last blog post Beda Notebook, Laptop, Netbook, Nettop

    [Reply]

  10. aCist says:

    ngeri aq nglihatnya…

    bikin gringgingan… aaaaaaaa :em54:

    aCist’s last blog post 06 Januari aCist

    [Reply]

  11. arifudin says:

    wealah nyai……….nyai…….. :)

    arifudin’s last blog post Para hacker juga ikut berperang lawan israel

    [Reply]

  12. thevemo™ says:

    Menengangkan, biasanya Motor gak bro? Ni kok sepeda

    thevemo™’s last blog post XXIX

    [Reply]

  13. Hai…
    Sassie datang berkunjung nih mengantarkan senyuman hehe..
    Ngomong soal Tong Setan itu juga pernah mampir ke kota tempat sie tinggal,hanya saja namanya Tong Edan hehehe..Emang seru dan serem sih..

    Salam ^^v

    Sassie Kirana’s last blog post Tentang RASA…

    [Reply]

  14. achoey says:

    Perjuangan lelaki
    Demi hidup anak istri :)

    [Reply]

  15. unting says:

    ndemi nyai aku PP ponorogo-bandung hik ihk…. :em41:

    unting’s last blog post B3rc1nt4 dengan d1k M4Y4

    [Reply]

  16. arlinta says:

    hmm .. seumur-umur lum pernah liat pertunjukan itu .. pasti bising banget ya …

    [Reply]

  17. roma says:

    coba liat web http://www.bhineka.com/category/printer_multifunction.aspx
    di situ ada harga dan contoh produk

    roma’s last blog post memang sulit manage perasaan

    [Reply]

  18. annosmile says:

    Jogja mau sekaten
    mungkin besuk nonton..
    —–

    bro, kamu dapet PR dari saya
    tolong diterima ya
    ini urlnya
    http://annosmile.com/pe-er-dan-award-ketigax.htm

    annosmile’s last blog post Pe eR dan Award (KetigaX)

    [Reply]

  19. Edi Psw says:

    Waktu kecil aku sering nonton “tong setan”. Saat itu saya begitu kagum dengan atraksi yang dibawakannya.

    [Reply]

  20. pakdejack says:

    tuh arenanya deket ama RS gak ya?

    pakdejack’s last blog post Nilai paha ayam bagi mahasiswa kedokteran.

    [Reply]

  21. cumycute says:

    di bogor ada ga sih?belom pernah liat deh..

    [Reply]

  22. omiyan says:

    diserang ditempat saya acara beginian digandrungi abis..

    omiyan’s last blog post 2 Analisa Dokter Yang Berbeda

    [Reply]

  23. visakana says:

    belum pernah liat atraksi kayak gitu,, serem juga

    visakana’s last blog post Ngumpul-Ngumpul STK 42 [2]

    [Reply]

  24. kyai slamet says:

    weh udah lama gak lihat tong edan. terakhir pas SD.

    kyai slamet’s last blog post Ziarah Blogger Timur Tengah; Datang tak diundang, pulang tak diantar…

    [Reply]

  25. suwung says:

    aku lagi diponorogo nih
    ketemuan yuk

    suwung’s last blog post Hampir mati diatas manado

    [Reply]

  26. JAUHDIMATA says:

    DEMI NYAI..!!
    anaknya gimana?
    nek saya demi anak istri
    hehehehe

    JAUHDIMATA’s last blog post Bangga Jadi Orang Ngawi

    [Reply]

  27. Rian Xavier says:

    Wah pasti berisik tuh.

    Rian Xavier’s last blog post Emosi

    [Reply]

  28. demi nyai aku rela jadi kuli :em70:

    nek nang suroboyo jenenge tong gembong kui

    warok_suromenggolo’s last blog post si buruk rupa itu…

    [Reply]

  29. mrpall says:

    klo aku mah…demi perut semua kulakukan…(maksutnya perut anak2ku hehehe dan belahan jiwaku )

    mrpall’s last blog post jadikan hidupku lebih hidup

    [Reply]

  30. MQ Hidayat says:

    Aku sendiri blom pernah lihat coz aku blom brani lihat. Dari luar aja klihatannya dah serem bgt.

    skrng ku pengen lihat, tapi dah gak pernah tak jumpai lagi. :(

    [Reply]

  31. olip says:

    demi nyai????

    kalo demi… papi ada gag ya…

    haag hag hag…..

    [Reply]

  32. anies says:

    mas wily…
    tlong cek and perbaiki press relese ini scpatnya y
    kalo bs kams 12 feb dah di edit krim balik k emailq(anies_wn_lovely@yahoo.com)
    maksh ya..

    PRESS RELEASE
    Acara : Reog Goes TO Campus IPB 2008
    Hari/tanggal : Sabtu-Minggu, 6-7 Desember 2008
    Tempat : Gedung Graha Wisuda IPB
    Pukul : 14.00-selesai
    Tujuan : Mengenalkan budaya asli Ponorogo kepada civitas akademika IPB dan seluruh masyarakat Indonesia, serta untuk menanamkan rasa cinta akan seni dan budaya daerah kepada generasi muda.
    INTISARI PERTUNJUKAN REOG
    Reog Goes To Campus IPB 2008 merupakan salah satu program kerja OMDA Manggolo Putro Ponorogo selama periode 2008-2009. Pada acara Festival Olahraga Tradisional dan Seni Nusantara (FOTRANUSA) IPB OMDA Ponorogo merupakan salah satu peserta lomba dari 30 OMDA yang ada di IPB. Pertunjukkan Reog yang diikutkan lomba dan dimainkan sendiri oleh teman-teman dari Ponorogo tingkat I merupakan pengalaman sejarah pertama di IPB pada kepengurusan tahun ini. Teman-teman antusias untuk memainkan sendiri seni budaya Reog dengan bekerja sama dengan perkumpulan Reog Ciluer yang dipimpin oleh mas Heru. Hal ini juga ingin melestarikan budaya yang semakin lama punah dengan berkembangnnya budaya-budaya baru yang dapat mengggeser budaya lama.
    Pertunjukkan Reog yang digelar pada hari Sabtu malam di Gedung Graha Wisyuda cukup menyita perhatian civitas akademika IPB dan masyarakat sekitar kampus untuk menyaksikannya. Dengan aksi dan kelincahan teman-teman menarikan reog telah memetik keberhasilan yang luar biasa. Tari Reog Ponorogo menjadi Juara Favorit kategori tari daerah. Tari Reog yang dimainkan oleh beberapa pemain yang terdiri dari, empat jatil, enam warok, dua bujangganong, satu klonosewandono, dan satu pembarong reog telah menggemparkan GWW pada malam sabtu itu. Semua orang yang menyaksikan merasa takjub dan bertepuk tangan riuh. Para pemain sangat lincah dan terampil dalam menari sehingga menyita perhatian orang banyak.
    Rencana ke depan setelah reog goes to campus OMDA Ponorogo ingin dan mencoba menjadikan tari Reog sebagai salah satu UKM di IPB. Untuk mewujudkannya masih banyak yang harus diperbaiki dan persyaratan-persyaratan lainnya juga harus dilengkapi.
    Reog Goes to Campus sukses tetapi masih ada kekurangan-kekurangan dalam pertunjukkan tersebut terutama terkain dengan keuangan. Dari acara tersebut kita masih mempunyai tanggungan dan mengalami defisit yang lumayan besar jumlah nominalnya. Berbagai usaha dan cara sudah kami coba dan lakukan namun hasilnya masih kurang dan belum bisa menutupi tanggungan kami.

    Laporan Keuangan
    I. PEMASUKAN
    Pemerintah Kota Bogor Rp 500.000
    Donatur: Rp 1.000.000
    1. Sumbangan Orang tua Rp 400.000
    2. Dosen Rp 300.000
    3. Alumni Rp 300.000
    Kas OMDA Rp 200.000
    Danus: Rp 719.000
    1. Molen Rp 65.000
    2. Kaos Reog Rp 120.000
    3. Horta Rp 400.000
    4. Hidrogel Rp 34.000
    5. Souvenir Reyog Rp. 100.000

    JUMLAH Rp 2.419.000
    .
    II. PENGELUARAN
    Proposal Rp 200.000
    Sewa Reog Rp 1.800.000
    Sewa Baju Rp 300.000
    Make Up Rp 200.000
    Sewa stand Rp 500.000
    Konsumsi: Rp 840.000
    1. Makan Pagi Rp 245.000
    2. Makan Siang Rp 245.000
    3. Makan Malam Rp 245.000
    4. Snack Rp 105.000
    Hiter + gula + teh + kopi Rp 75.000
    Transportasi Rp 250.000

    JUMLAH Rp 4.165.000

    [Reply]

  33. hanstoe says:

    demi nyai….
    dmi hidup..
    demi bahagia

    [Reply]

Trackbacks/Pingbacks

  1. [...] da tulisan menarik ttg pasar malam dan kemeriahan Suroan di [...]


Leave a Reply

CommentLuv Enabled

ProfiAdvert.com Advertisement