Akhirnya bisa posting lagi. Ya, dalam minggu-minggu terakhir ini aktivitas begitu padat dan sangat menyita tenaga dan pikiran. Setelah Ambalwarsa Kotareyog.com ke-1 (8-9 Agustus) (yang belum saya posting), saya langsung menuju Bogor (10-11 Agustus), setelah itu hampir 5 hari blog ini bermsalah. Ada pergantian kepemilikan penyedia hosting (dari etamhost.com ke hostpojok.com) yang menyebabkan perpindahan server terhambat dan down (12-16 Agustus). Pasca kejadian itu, ada postingan yang hilang (Nordin M. Top Dicari) yang akhirnya saya publish juga walaupun tak sempurna. read more…
Pasca tragedi bom di kawasan Mega Kuningan, Jumat (17/7 )9) yang memporak-porandakan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Jakarta beberapa kelompok yang sebelumnya dikait-kaitkanĀ dengan jaringan teroris disebut-sebut sebagai pelaku. Nama-nama seperti Al Qaeda atau Jama’ah Islamiyah diduga dibalikĀ kejadian ini. Meskipun demikian sampau saat ini (30/7) pihak kepolisian belum juga dapat mengungkap siapa identitas pelaku bom bunuh diri atau bahkan mengungkap motif dan dalang dibalik kejadian ini. read more…
Perjalanan Blogger Warok yang juga dikenal dengan Kotareyog hampir genap satu tahun. Jalan panjang berliku mulai dari awal pembentukan hingga sekarang selalu datang menghampiri, layaknya seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Kadang berupaya berlari, kadang juga tersandung. Cerita awal mula Blogger Warok yang menasbihkan diri sebagai Komunitas Blogger Ponorogo, kembali membuka memori ingatan saya sekitar 2 tahun silam. read more…
Senin pagi (14/7) suasana panas menyelimuti Kota Bogor, ditambah pula puluhan angkot yang terlihat menghijau membuat badan terasa gerah. Dari Dramaga – Laladon – Stasiun Bogor hampir tak ada suasana yang menarik untuk dilihat, hanyak duduk – bengong menunggu sampai ke tujuan. Sampai di stasiun saya langsung menuju loket untuk mendapatkan karcis KRL Ekonomi tujuan Stasiun Jakarta Kota. Tak berselang lama KRL “impian” akhirnya datang. Ya impian karena memang harganya sangat murah, hanya 2000 rupiah saja (sebelumnya Rp. 2500) sudah bisa sampai Jakarta.Namun jangan harap mendapat layanan istemewa, layanan standar pun jauh dari harapan. Kotor, tempat duduk plastik, tak ada AC – kipas angin pun tak nyala, jika malam kadang gerbong gelap. Ya begitulah kereta rakyat. Meskipun kondisi seperti itu puluhan ribu orang bepergian dari Bogor ke Jakrata atau sebaliknya menggunakan kereta ini. Mungkin sudah seharusnya mulai dipikirkan untuk menambah jalur, untuk menambah daya angkut dan juga lebih merubah kondisi kereta. Sudah selayaknya penumpang memperoleh hak kenyamanan dalam kereta. Hal ini juga harus disertai kedewasan penumpang dalam menggunakan fasilitas kereta ini. read more…
Ada beberapa alternatif moda transportasi jarak jauh yang ada di Indonesia mulai dari darat, laut maupun udara. Masnig-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, baik dari fasilitas maupun pelayanan. Untuk transportasi antar kota di Jawa, biasanya orang memilih untuk menggunakan pesawat atau tansportasi darat seperti bus atau kereta.





