Skip to content

Menikmati Reyog Ponorogo di Ancol

2009 March 8
by wongbagoes

Huh… Akhirnya bisa menulis lagi setelah satu bulan tertidur dalam dunia contreng-mencontreng di blog ini. Dalam contrengan pertama ini, saiya kembali membawa Reyog Ponorogo sebagai bahan tulisan. Karena membicarakan Reyog memang selalu menarik.

Sabtu (7/3) siang cuaca panas menyelimuti Kota Bogor berbeda dari hari biasanya yang terus dihinggapi mendung dan hujan. Perjalanan dari Dramaga menggunakan tiga sepeda motor berjalan lancar meskipun sampai Jalan Soleh Iskandar harus berakrab ria dengan debu asap kendaran karena memang saat itu terjadi kemacetan yang cukup membuat bensin terkuras.


Tak lama kemudian, kami sampai di Ciluer salah satu desa di Kab. Bogor untuk bertemu dengan salah satu tokoh Reyog di Bogor dan sekaligus pelatih Reyog pada pementasan Reyog di IPB kemarin. Di rumah sederhana milik Mbah Kasmun (Klo gak salah ingat) ini nampak suasana ke Ponorogo-an sangat kental, di teras ada sebuah gong yang tertutup dengan kain. Kemudian melengok kedalam sudah disambut dengan sebuah kepala dhadak merak yang menyapa kami dengan wajah garangnya. Ternyata di rumah ini juga terdapat dua lagi kepala reyog yang ditaruh di atas lemari. Keluarga sederhana ini telah berkecimpung di dunia reyog kurang lebih 25 tahun. Sebuah waktu yang bisa dikatakan cukup panjang, untuk ukuran penggiat reyog di luar kota Ponorogo. Jiwa Reyog Mbah Kasmun ini menular ke menantunya yang biasa kami sebut Mas Heru.

Lulusan Teknik Mesin Universitas Ibnu Khaldun ini meskipun masih muda sangat berpengalaman sebgai pelatih Reyog. Selain bisa melatih, pria yang sudah dikarunai satu orang putra ini juga mahir dalam mengiringi pertunjukan Reyog.

Obrolan kami berlanjut tentang rencana Paguyuban Reyog yang ada di Bogor berencana untuk turut ambil bagian di Festival Reyog Nasional selanjutnya. Sebuah keinginan yang cukup membuat saiya bergetar, dimana dengan umur yang setahun lagi mendekati kepala enam masih terus berupaya melestraikan reyog. Sempat juga saiya menyampaikan kabar duka dari Ponorogo mengenai meninggalanya salah satu sesepuh Reyog Ponorogo, Pak Heru Subeno.

Sekitar setengah jam berada disini perjalan kami lanjutkan ke Pabrik Indocement, karena memang pabrik semen ini tujuan kita agar bisa sampai ke Ancol. Dalam perjalanan, kami harus bertemu dengan hujan yang cukup lebat sehingga pakaian yang saiya pakai basah sampe dalem2nya juga… :D

Setelah hampir satu jam perjalanan ditambah berteduh di salah satu mini market, akhirnya tiba juga di pabrik Indocement. Disana telah menunggu orang-orang berpakaian hitam-hitam khas rasa Ponorogo. Menunggu sekita setengah jam, dengan menggunakan dua bus berkapasitas sekitar 50-an orang berangkat meninggalkan pipa-pipa besar pabrik.

Tak lama duduk di bus yang penuh dengan peralatan Reyog (gak merasa lama, ya iyalah lha wong saiya tertidur) akhirnya sampai juga di Ancol. Saat itu sekitar  5 sore. Semua peralatan dari bus diturunkan dan langsung di bawa ke Pasar Seni Ancol. Para penari yang dipandu mas Heru langsug melakukan blockig panggung dan sekaligus sebagai gladi bersih sebelum pementasan yang direncanakan pukul 7 malam.

Pertunjukan Reyog ini dalam rangka pembukaan Festival Campursari Sejabodetabek yang diselenggarakan oleh Pawarta (Paguyuban Jawa Timur-Jakarta). Namun, sayang sekali event budaya ini terlihat kurang siap mulai dari peserta yang berjumlah kurang dari sepuluh orang. Selain itu, saiya juga tak melihat bagian dokumentasi yang mengabadikan momen ini, meskipun saat itu pula hadir Walikota Jakarta Utara.

Sekitar pukul 7 malam acara dibuka dengan penampilan Reyog Ponorogo. Di awali dengan Warok yang berpakain hitam dan klor saktinya mempertunjukkan kemampuannya. Diiringi tipun terompet dan kendang para penari warok menyuguhkan tontonan yang membuat penonton berdecak kagum. Setelah, warok muncul Jathil dengan tarian rancaknya memberikan warna tersendiri bagi pertunujukan kemarin malam. Selain para penari yang masih imut-imut, kerana masih duduk di bangku SMP dan juga beberapa ada yang masih duduk di sekolah dasar.

Pujangganong, tokoh yang menggambarakan patih sakti ini membuat penonton harus maju mendekati lokasi. Karena selain lincah dan akrobatik. Pujangganong juga sering mempertontonkan perilaku yang konyol dan membuat penonton tertawa. Setelah pujanggaong, muncul Prabu Klonosewandhono yang berjalan dengan gagahnya. Kemunculan Prabu dari kerajaan Bantarangin ini merupakan sentral dari cerita Reyog Ponorogo. Dikisahkan Prabu Klonosewandhono harus bertarung dengan Singo Barong (Dhadak Merak) untuk bisa merebut putri cantik dari Kediri.

Hampir  45 menit menghibur penonton penampilan Reyog Ponorogo yang didukung sepenuhnya oelh Indocement berakhir sudah. Pertunujan singkat ini mendapat applaus penonton yang memadati pinggir panggung. Sebelum menggalkan lapangan, wali kota Jakarta Utara di daulat untuk duduk diatas kepala Reyog. Dengan wajah mringis pertanda agak takut. Walikota yang baru dilantik ini dibawa dari tempat duduknya ke panggung untuk membuka festival ini.

Selesai ahh….

Random Posts

22 Responses leave one →
  1. March 9, 2009

    Mruput paklik.. Sehat to?

    Monggo2x.. alhamdulillah tansah pinaringan kesarasan…

    [Reply]

  2. March 9, 2009

    budhal!

    budhal neng endi lho??

    denologis’s last blog post..Reyog atau Reog?

    [Reply]

  3. March 9, 2009

    kapan ke jogja :D

    Hohoho… Jogja lama tak kesana..

    [Reply]

  4. March 9, 2009

    wah keren….masih ada klaim malaysia seperti dulukah?

    Hmmm…. Sampai kapanpun
    Reyog akan tetap milik Ibu Pertiwi

    abee’s last blog post..tugas dan kewajiban guru

    [Reply]

  5. March 9, 2009

    muanteb..

    Maknyus… :)

    gajah_pesing’s last blog post..Public Relation

    [Reply]

  6. March 9, 2009

    wah makin eksis aja mas reognya. tapi mungkin lebih eksis kalo yang mainin reog itu mas willy. piye mas setuju ga. oya teman teman setuju kan kalo yang main reog mas willy? heheh

    Wah gak pernah liat saiya maen Reyog tha???
    (Emang km bisa Wil???)

    adi dzikrullah’s last blog post..8 Juta untuk Satu Orang

    [Reply]

  7. March 9, 2009

    reyog memang hebat…!

    petruk’s last blog post..Embah, jangan sedih

    [Reply]

  8. March 9, 2009

    wah, asyik-asyik :)

    arifudin’s last blog post..3gp Free download

    [Reply]

  9. Mr. Isanputra permalink
    March 10, 2009

    Memang benar2 asyik ya :-)

    [Reply]

  10. March 10, 2009

    Budayakan saling mengunjungi… :-)

    Mr. Isanputra’s last blog post..Refresing to Hi-TECH Mol sby.

    [Reply]

  11. March 10, 2009

    Weh.. keren kang.. :)

    azaxs’s last blog post..Saatnya Jendral Nagabonar memimpin

    [Reply]

  12. March 10, 2009

    @Petruk, arifudin, M. Insanputra, azaxs:
    Reyog memang menarik untuk dibicarakan maupun untuk dilihat.

    Lestari untuk kebudyaan bangsa!!!

    [Reply]

  13. March 11, 2009

    sip cakep bener

    meylya’s last blog post..Award Pertama di Meylya.com

    [Reply]

  14. March 11, 2009

    jadi inget adikku, dia seneng banget ama reog sejak kecil

    [Reply]

  15. March 11, 2009

    keren kang

    dafhy’s last blog post..Timpukan itu

    [Reply]

  16. March 11, 2009

    @meylya: Saiya memang cakep mbak :mrgreen:
    @jiban: kapan2x adiknya bisa di ajak k Ponorogo Om, biar bisa maen Reyog
    @dafhy: Sekali lagi saiya memang keren mas… :lol:

    Wongbagoes’s last blog post..Menikmati Reyog Ponorogo di Ancol

    [Reply]

  17. March 11, 2009

    jian tenan, nyang ancol kok ga mampir gubuk ke mbakyune tho dik?

    Hehehe.. punten mbakyu…

    cedhak to tibakno omahmu…
    kaudanaku’s last blog post..ckckckck………..

    [Reply]

  18. March 12, 2009

    ooooowwwwwwww sampean yow bar cuti coret coret ta sama nuhhhhh????

    pikir tak pikir sampean sing ngreyog mas????

    dinda_cute’s last blog post..Unlimited Tracks

    [Reply]

  19. March 12, 2009

    reyog seru ya…

    [Reply]

  20. March 13, 2009

    ohh ada juga yah reog ponorogo di ancol..
    jadi inget kalo di rumah dulu setiap ada perayaan selalu ada reog ponorogo..

    FaLLa’s last blog post..seven pounds

    [Reply]

  21. March 17, 2009

    koe dadi opone cak?

    Sorak hore ae… nuw :lol:

    DETEKSI’s last blog post..Menjadi Jurkam yang Efektif

    [Reply]

  22. April 5, 2009

    salam kenal
    wah sebuah atraksi buday yang asyik
    bisa tukeran link?
    tx

    Blogger Senayan’s last blog post..Update Pagerank Google Akhirnya Eksekusi Shalimow.com

    [Reply]

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS

CommentLuv badge
WordPress Themes

close
Sugeng rawuh ten Wongbagoes.net. Disekecak aken anggenipun lenggah, kaleh disambi unjuk'an lan jajanipun piyambak2x... :D [Facebook] | [Twitter]
Free WordPress Theme
WordPress Themes