Ketika Cinta Bertasbih (Review)
Akhirnya berkesempatan juga menonton film Ketika Cinta Bertasbih. Film ini diangkat dari novel best seller dengan judul yang sama, karya Habiburrahman El-Shirazy. Nonton film ini jadi teringat ketika saya membaca 2 novelnya saat mudik beberapa bulan lalu. Dalam perjalanan itu saya menghabiskan waktu dengan membaca sambil menikmati goncangan bus yang terus bergoyang dari kota hujan menuju kota Reyog.
Film Ketika Cinta Bertasbih yang di sutradarai oleh Chaerul Umam, dan diproduksi oleh Sinemart ini memang menjadai penantian banyak orang. Buktinya di beberapa tempat antusiasme penonton begitu membludak, tak terkecuali pengalaman nonton film ini kemarin. Ya, saya terpaksa harus menonton film ini mulai pukul 21.30, karena memeng itu yang masih tersedia. Jam segitu sudah cukup malam, berhubung saya harus naik angkot untuk kembali ke kampus.Menonton film ini laksana dibawa ke suasana Mesir yang begitu kental. Dengan padang pasir yang begitu luas dan piramida-piramida yang menjulang tinggi, mengawali film ini. Kisah berlanjut mengenai perjalanan Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al Azhar Mesir. Dia tidak lulus selama 9 tahun karena lebih mengutamakan mencari uang daripada kuliah. Azzam berdagang bakso dan tempe yang kenikmatannya terkenal sampai KBRI Mesir. Alhasil mempertemukannya dengan Eliana Pramesti seorang putri cantik Dubes RI di Mesir. Dalam film ini juga muncul tokoh agama sekaligus tokoh nasional Bapak Din Syamsudin.
Yang menarik dari film ini adalah berusaha menampilkan seluruh isi dari novelnya, tak terkecuali suasana makan malam antara Dubes Mesir dan rekannya yang juga momen pertemuan anta Azzam dan Furqon. Namun, agak cukup tidak enak dipandang adalah background yang terlihat dibuat-buat dengan warna biru yang tak begitu menyatu dengan tokoh2nya.
Cerita berlanjut bagaimana Azzam melamar Anna Althafunnisa S2 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria. Azzam meminta bantuan Ustadz Mujab untuk melamarnya. Tapi sayangnya ternyata Anna sudah dilamar oleh Furqon. Kemudian kisah heroik Azzam yang membantu Anna, ketika kecopetan saat membeli buku. Saat itu Azzam memperkenalkan diri dengn Abdulloh.
Kisah cerita ini memanng menunjuk sesuai dengan novelnya. Sehingga tak heran runtutan cerita dan akhir cerita dapat dibaca. Begitu juga dengan kisah saat Furqon menghabiskan waktu menjelanng ujian dengan menginap di hotel yang akhirnya mendapat ancaman dari seorang wanita. Cerita berlanjut ketika Fadhil menyanyikan lagu untuk pernikahan Tiara dan Ilyas.
Berlanjut dengan kisah keluarga Azzam di Solo, terutama adiknya yang bernama Ayatul Husna. Dimana secara kebetulan bertemu dengan Anna yang pulang ke Indonesia. Anna akhirnya menerima lamaran Furqon dengan syarat Anna tidak mau dipoligami. Dan diakhir kisah Azzam-pun pulang ke Indonesia berbarengan dengan Eliana.
Adegan terakhir ini yang cukup menggelitik, layaknya sebuah sinetron adegan demi adegan diperlambat. Sehingga tak jauh berbeeda dengan sinetron setiap malam hari. Setalah muncul “to be continued” muncull beberapa potongan film untuk episode selanjutnya.
“Yah, sinetron”, ungkap salah satu penonton di belakang saya.
Ya, seperti begitulah salah satu tanggapan penonton saat itu. Namun demikian, film ini memang memberikan pesan moral yang mendidik. Terutama bagaimana ketegasan Azzam saat menolak french kiss dari Eliana, dan saat percakapan Azzam dengan Eliana di dalam bus. Dimana saat itu Azzam dengan tegas menyampaikan prinsipnya dalam menjaga kesucian.
Namun, meskipun cerita mendidik dan menarik, disisi lain adegan para pemain masih terlihat kaku. Kemudian, adegan antar adegan terpotong tidak sempurna. Sehingga terlihat kurang enak di dengar dan dilihat. Selain itu, dalam akhir cerita juga terlihat seperti sinetron (yang sudah sangat membosankan).
Okelah, yang belum nonton silahkan nonton karena pesan yang disampaikan cukup bagus. Yang sudah menonton, silahkan untuk memberikan penilaian…
* Segera bersiap ikut Kontes RUSLI ZAINAL SANG VISIONER, kompetisi SEO yang cukup menarik dan menantang!!!

wah saya sudah baca novelnya, tapi belum nonton filmnya
[Reply]
Wongbagoes Reply:
June 17th, 2009 at 12:06 am
Nonton nuw…
[Reply]
belum tertarik untuk menontonnya…
gajah_pesing’s last blog post..Workshop Joomla
[Reply]
Wongbagoes Reply:
June 17th, 2009 at 12:07 am
Segera nonton saja Om…
[Reply]
sampai sekarang saya belum nonton Bos, selalu terlambat dan kehabisan
tapi klo novelnya sih sudah
saya penasaran aja, dimana letak perbedaan antara film dan novelnya.
jangan2 kaya AAC yang filmnya sama sekali tidak mencerminkan kesempurnaan novelnya
IHSAN’s last blog post..Siap Diberi Harus Siap Diambil
[Reply]
Wongbagoes Reply:
June 17th, 2009 at 12:08 am
Cerita masih merujuk pada Novelnya..
Tapi sayang sinematografinya lebih baik AAC
[Reply]
film ini memang bagus, karena ada pesan2 moralnya.
yang bikin kecewa ya itu tadi, to be continued. gak ubahnya kayak sinetron. entah apa tujuan film ini bikin bersambung. mungkin supaya org2 pada penasaran kali yak? hehe…
yg jelas cukup byk sih org yg nonton termasuk saya yg kecewa dgn film ini.
nice info dan salam kenal ya mas..:)
Michael Lynx’s last blog post..Feed has moved
[Reply]
Wongbagoes Reply:
June 21st, 2009 at 8:22 pm
Salam kenal mas…
mekipun bersmabung dan mengecewakan saya kok masih pgn liat episode 2 nya…

Wongbagoes´s last blog ..Rusli Zainal Sang Visioner
[Reply]
saya kecewa bahkan sebelum nonton sinetron ini.:D
Dum’s last blog post..Indi
[Reply]
Wongbagoes Reply:
June 21st, 2009 at 8:23 pm
Tunggu saja di Apollo,..

Wongbagoes´s last blog ..Rusli Zainal Sang Visioner
[Reply]
thanks infonya…seeeeph….
[Reply]
Wongbagoes Reply:
June 21st, 2009 at 8:24 pm
Sami2 Om…
Wongbagoes´s last blog ..Rusli Zainal Sang Visioner
[Reply]
bioskop Apollo kapan yo kang
enek’e gur Kambing Jantan ambi Hantu Jamu gendong
[Reply]
konon pemeran tokoh azzam adalah lelaki asli pasuruan yang merantau ke jakarta sebagai penjual sarung dan nasi pecel
*sungguh nasig seseorang tak bisa di duga-duga kang*
hidup perfilm an indonesia
[Reply]
weh weh… panjang amat yah reviewnya… maklum aku gak suka baca novel/film begituan…
[Reply]
belom nonton ui
visakana’s last blog post..Kecewa Lagi…
[Reply]
Kok dari awal saya ndak tertarik yah sama film KCB dan film sebelumnya, AAC
[Reply]
TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA ….
SALAM SUPER & SELALU ACTION !!!
[Reply]
untung gw gak kepengen nonton euy… mana pada banyak yg kecewa tuh…
btw utk ngambil pesan moralnya lebih enak baca di bukuna ajah deh…
kang mungkin mereka actingnya kaku karena emank mereka dipilih bukan dari pemain film yang sudah biasa terima job tuh… alias ada ajang pemilihannya kok…
anKa’s last blog post..Apa Harus Putus Dulu
[Reply]
baru beli novelnya mas, tapi belum sempat baca
budi´s last blog ..RBT Jingle “SBY Presidenku” bisa digunakan
[Reply]
ya emang film ini gak jauh2 dari sinetron


Rusa Bawean™´s last blog ..Sekarang Narsis di Suramadu, Ditilang
[Reply]
pengen nonton tp kok males y
mitsikuri´s last blog ..Nilai SIM MHS Stephen
[Reply]
Gw mang blm nontn tp w dnger2 bnyak orang yg kecwa tuch coz film,y ga sebagus novel,y, tp w te2p ko penasaran sma film,y. berhbung w sibuk jd w ga smpet dech nton dibioskop he…he…. JADI:
Btw kpn nich keluar kaset VCD,y biar w nton dihomz gtu! w tunggu ya kaset,y!
[Reply]
Film yang sangat sarat nilai di tengah gempuran film-film bergenre horor dan lainnya. Film seperti ini, kalau menurut hemat saya, sangat bermanfaat dan bernilai bagi bangsa ini yang haus akan figur teladan khususnya dalam dunia perfilman.
memang sudah selayaknya, sebuah film dapat membawa pesan moral yang dapat membawa penontonnya ke arah kehidupan yang lebih baik. Semoga trend positif seperti ini dapat terus berlanjut demi memajukan dunia perfilman di tanah air.
Pasang Iklan Gratis
[Reply]